Langkat, Sumatera Utara, jeberita.com, Senin, 01 Desember 2025.
Ribuan warga Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, masih terjebak dalam kondisi memprihatinkan setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu malam, 26 November 2025. Hingga Senin (1/12/2025), pemukiman masih terendam banjir, sementara bantuan dari pemerintah belum juga tiba.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Dberita.ID, warga tidak hanya bergelut dengan banjir, tetapi juga menghadapi pemadaman listrik selama lima hari, hilangnya jaringan internet, dan tidak adanya posko darurat dari BPBD maupun Pemerintah Kabupaten Langkat.
Warga mengaku belum menerima bantuan sembako ataupun logistik lainnya dari Pemerintah Provinsi Sumut maupun Pemkab Langkat. Kondisi ini membuat warga semakin terisolasi dan kehabisan persediaan makanan.
“Kami lengkap penderitaan. Banjir datang, bantuan tidak ada, listrik padam, internet mati. Warga benar-benar resah,”
ujar Revo, salah seorang warga Desa Pematang Tengah.
Revo menyebut banyak warga yang sudah mengungsi, namun tetap belum menerima bantuan apa pun. Keterbatasan logistik membuat masyarakat mulai kesulitan mendapatkan makanan.
Pemadaman listrik PLN dan hilangnya jaringan internet sejak Rabu malam membuat warga tidak dapat berkomunikasi dengan pihak luar, termasuk untuk melapor kondisi darurat kepada pemerintah daerah maupun BPBD.
Ketiadaan aliran listrik juga menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih dan membuat aktivitas malam hari berlangsung dalam kegelapan total.
Krisis pangan mulai terlihat ketika sebagian warga yang kehabisan bahan makanan terpaksa mengambil kebutuhan pokok dari sebuah minimarket di sekitar desa.
Tindakan ini, menurut warga, terjadi karena tidak adanya bantuan dan mereka harus bertahan hidup di tengah banjir yang belum surut.
Pemerintah desa mengonfirmasi bahwa hingga hari keenam, belum ada posko penanganan banjir didirikan oleh tim BPBD maupun pemerintah kabupaten.
Ketiadaan posko membuat pendataan korban, distribusi bantuan, dan evakuasi menjadi tidak terkoordinasi.
Hingga berita ini dipublikasikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, PLN, maupun BPBD Langkat belum memberikan penjelasan resmi terkait:
- Penyebab pemadaman listrik berkepanjangan
- Hilangnya jaringan komunikasi
- Belum adanya penyaluran bantuan
- Tidak dibentuknya posko darurat
- Situasi ini membuat warga semakin merasa terabaikan.
Warga Pematang Tengah kini bergantung pada inisiatif sesama warga untuk bertahan hidup sambil menunggu kehadiran dan tindakan nyata dari pihak pemerintah dan media akan terus memantau perkembangan dan menunggu respons resmi dari pihak terkait mengenai penanganan banjir di Tanjung Pura..(Alfa/Red)





























