Manado, jeberita.com, Kamis, 27 November 2025.
Hotel Luwansa Manado hari ini
bukan sekadar ruang pertemuan, melainkan panggung gagasan
tempat pikiran muda bertumbuh
dan masa depan Sulawesi Utara mulai dirajut.
Gubernur Sulawesi Utara hadir, menyampaikan pidato kunci
dalam pembukaan Liga Debat Mahasiswa Sulut 2025.
Kehadirannya menjadi tanda:
pemerintah membuka telinga
dan memberi ruang bagi suara generasi muda.
Di hadapan ratusan mahasiswa
dari berbagai perguruan tinggi,
tema besar dikibarkan: ekonomi biru dan ekonomi hijau, bukan sekadar konsep, melainkan jalan pulang menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Gubernur menegaskan, laut dan hutan adalah masa depan, dan mahasiswa adalah penjaganya.
Merekalah kekuatan moral dan intelektual yang mampu mengawal pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Pesan kepemimpinan pun mengalir jernih:
”Sulut membutuhkan pemimpin
yang kritis, beretika, mampu mengelola emosi dan energi, serta berani mengambil keputusan demi kepentingan jangka panjang”.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Gubernur menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di ruang mahasiswa. Sebab, dari diskusi dan perdebatan inilah arah pembangunan sering kali ditentukan.
Ekonomi biru dan hijau, katanya,
akan menjadi fondasi setiap kebijakan daerah. Sebuah pilihan sadar
untuk bertumbuh tanpa merusak,
maju tanpa melupakan generasi mendatang. Menutup pesannya,
mahasiswa didorong tak berhenti di ruang debat.
Menjadi agen perubahan,
agen inovasi di lapangan nyata,
penggerak Sulut yang sejahtera, hijau di darat, biru di laut.
Liga Debat Mahasiswa Sulut 2025
pun menjelma bukan sekadar ajang adu argumen, melainkan ruang lahirnya solusi
dan harapan baru bagi masa depan Sulawesi Utara..(Oby)





























