Manado, jeberita.com, Rabu, 21 Januari 2026.
Komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional kembali ditegaskan melalui pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR) III.

Proyek strategis nasional ini diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi logistik menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, sekaligus solusi kemacetan di Kota Manado.
Namun di balik kesiapan anggaran dan pelaksanaan teknis, satu persoalan masih menjadi penentu utama: kepastian status lahan.
Kepala Satker PJN Wilayah I BPJN Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, menegaskan bahwa dari sisi pusat, seluruh instrumen pendukung proyek sejatinya telah siap.
“Jakarta pada prinsipnya siap. Yang kami butuhkan adalah percepatan penyelesaian lahan agar proyek strategis ini bisa berjalan sesuai target,” tegas Ringgo.
Hingga kini, tercatat masih terdapat 26 bidang tanah yang belum tuntas proses pembebasannya. Rinciannya, sembilan bidang berada di tahap empat dan 17 bidang di tahap lima.

Dari sembilan bidang di tahap empat, lima telah masuk konsinyasi, sementara empat lainnya masih dalam proses administrasi.
“Pembebasan lahan ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami terus berkoordinasi dengan BPN Sulut dan Dinas Perkimtan Sulut agar seluruh proses berjalan sesuai aturan,” ungkapnya.
Ringgo menekankan, dari sisi pusat, baik kesiapan anggaran maupun pelaksanaan pekerjaan sejatinya tidak lagi menjadi kendala. Hambatan utama kini semata-mata berada pada percepatan penyelesaian aspek pertanahan.
MORR III sendiri dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran distribusi logistik menuju KEK Bitung. Selain itu, jalur ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Malalayang, karena kendaraan dari dan menuju Minahasa Utara serta Kota Bitung dapat langsung mengakses jalan lingkar luar.
Pembangunan MORR III telah berjalan bertahap dan berkesinambungan.
Tahap satu dan dua telah rampung sepanjang 1,5 kilometer.
Tahap tiga menyusul sepanjang 1,9 kilometer.
Saat ini, BPJN Sulut tengah melanjutkan pembangunan tahap empat sepanjang 2,6 kilometer. Ke depan, jika tahap lima sepanjang 3,7 kilometer berhasil diselesaikan, MORR III akan tersambung penuh dengan MORR I dan terintegrasi langsung dengan Tol Manado–Bitung menuju KEK Bitung.
Kondisi ini menjadi krusial, mengingat meski Tol Manado–Bitung telah beroperasi, jalur tersebut belum terkoneksi langsung dengan MORR. Akibatnya, arus truk logistik masih harus melintasi pusat Kota Manado dan menunggu waktu tertentu.
“Pembangunan MORR III akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya, dan meningkatkan efisiensi distribusi menuju KEK Bitung,” ujar Ringgo, Rabu (21/1/2026).
Kini, seluruh mata tertuju pada satu titik penentu: keberanian dan ketegasan menuntaskan pembebasan lahan.
Sebab tanpa kepastian lahan, percepatan tinggal wacana, dan proyek strategis nasional ini akan terus berjalan di bawah bayang-bayang ketidakpastian.. (Oby)





























