Manado, jeberita.com, Rabu, 21 Januari 2026.
Di bawah langit Ranotana yang cerah, di rumput Stadion Klabat yang menyimpan sejarah, Persmitra Minahasa Tenggara menulis satu bab penting tentang kesiapan, tentang keberanian, tentang mimpi yang sedang tumbuh.
Gol cepat di menit kedua sempat mengguncang, Bhayangkara FC lebih dulu bersorak, namun dari kejutan itu, Persmitra justru bangkit, menyulut api yang tak lagi bisa dipadamkan. Sepuluh menit berselang, skor kembali seimbang, dan sejak peluit itu, kendali berpindah tangan.

Kerja sama antarlini mengalir rapi, tiga gol tercipta sebelum jeda, menutup babak pertama dengan keunggulan 4-1,
sebuah pesan awal bahwa ini bukan laga biasa.
Babak kedua menjadi panggung pesta.
Tekanan tak mengendur, tempo tak turun. Dua gol cepat di menit 35 dan 37
mengubah angka menjadi 6-1, hingga satu gol penutup memastikan malam itu menjadi milik Persmitra sepenuhnya:
tujuh gol, satu dominasi, satu pernyataan kesiapan.

Hopmi Hontong: Tiga Gol, Satu Bintang Muda, Di antara sorak dan tepuk tangan,
nama Hopmi Hontong bergema paling lantang. Striker muda itu mencatat hattrick, menandai dirinya sebagai simbol generasi baru.
Empat gol lainnya lahir dari kaki-kaki penuh disiplin:
Sahrul, Moses, Rizky Mokoagow, dan Pokba, sementara satu-satunya gol Bhayangkara FC dicetak oleh Jendry Kumontoy.
Lebih dari sekadar skor, ini adalah cermin kedalaman skuad, tentang tim yang tidak bergantung pada satu nama, melainkan pada kekompakan dan struktur.
Fondasi Menuju Prestasi Di balik kemenangan, berdiri dukungan yang nyata. Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Olahraga, Christian Yokung, menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar uji coba, melainkan bagian dari pembangunan jangka panjang.
“Ini adalah proses pembentukan kualitas tim. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama PSSI Sulut memberikan dukungan penuh, mulai dari bantuan bola, jersey, hingga pembinaan pemain di 15 kabupaten dan kota,” ujar Yokung.
Ia menegaskan komitmen Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling, SE,
dalam memperkuat fondasi olahraga daerah, khususnya sepak bola sebagai bahasa persatuan.
Optimisme yang Terukur Ketua Persmitra, Stevie Keintjem, bersama Manajer Nurbaya Supit, menyambut kemenangan ini dengan kepala dingin.
“Permainan hari ini menunjukkan kekompakan dan disiplin yang kami bangun selama persiapan. Ini menjadi modal penting menuju Liga 4.
Terima kasih atas dukungan penuh Gubernur Sulut kepada kami dan seluruh klub di Sulawesi Utara,” ujar Stevie.
Di balik garis lapangan, racikan tim pelatih bekerja senyap namun pasti:
Firman Usman sebagai kepala pelatih,
Fadly Paputungan dan Billy Ampow sebagai asisten, serta Harly Nelwan menjaga benteng terakhir.
Kemenangan 7-1 ini bukan sekadar angka, melainkan pernyataan kesiapan.
Persmitra Minahasa Tenggara datang ke musim ini bukan untuk belajar, melainkan untuk bersaing.
Dengan kolektivitas yang solid, dukungan pemerintah daerah, dan momentum yang sedang naik, Persmitra mengirim satu pesan jelas ke Liga 4 Indonesia:
Mereka siap. Mereka serius. Dan mereka datang untuk diperhitungkan.. (Oby)





























