Manado, jeBerita.com, Senin, 10 November 2025.
Di bawah langit Kairagi yang mendung tipis, suasana Taman Makam Pahlawan mendadak berubah menjadi ruang hening penuh penghormatan. Tak ada tepuk tangan, tak ada musik, hanya suara langkah dan desah napas yang menandai kesunyian penuh makna.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, berdiri tegak di tengah upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025, memimpin langsung prosesi ziarah dan tabur bunga bagi para pejuang bangsa.
Di sisi beliau, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Sekprov Sulut, jajaran Forkopimda, dan pejabat Pemprov Sulut berbaris rapi. Bukan sekadar upacara tahunan, tapi wujud nyata penghormatan dan janji moral untuk menjaga bara perjuangan yang ditinggalkan para pahlawan.
“Semangat para pahlawan adalah kompas bagi kita. Pengorbanan mereka harus terus hidup dalam kerja dan komitmen membangun Sulawesi Utara,” Gubernur Yulius Selvanus
Setiap rangkaian berjalan tertib, penghormatan, peletakan karangan bunga, lalu langkah pelan menyusuri makam demi makam. Ketika bunga-bunga tabur jatuh di atas nisan, keheningan berubah menjadi renungan: ada harga yang telah dibayar agar generasi hari ini bisa berdiri tegak di tanah merdeka.
Mendung yang menggantung di langit Manado sore itu seperti turut menunduk. Namun di balik kelabu, ada sinar harapan: bahwa semangat kepahlawanan tak berhenti di monumen, tapi harus hidup dalam keberanian anak muda Sulut mengambil peran, sekecil apa pun langkahnya, untuk negeri.
Hari Pahlawan 2025 di Manado bukan sekadar seremoni. Ia menjadi cermin, bahwa perjuangan tidak pernah usai, hanya berganti tangan, dari mereka yang gugur kepada kita yang masih hidup.. (oby)





























