MINAHASA — jeBerita.com, Jumat, 07 November 2025.
Di tengah semangat peringatan Hari Jadi Minahasa ke-597, Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali meneguhkan jati dirinya sebagai tanah yang rukun dan penuh kasih lewat Ibadah Oikumene Bulanan, yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati, Jumat (7/11/2025).
Momentum rohani yang sarat makna itu bukan sekadar ibadah rutin, melainkan refleksi kebersamaan lintas gereja dan lintas iman — menegaskan bahwa semangat torang samua basudara bukan hanya semboyan, tapi napas hidup masyarakat Minahasa.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., bersama Ketua TP-PKK Minahasa, Martina Watok Dondokambey-Lengkong, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., dan Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., memimpin jajaran pemerintah daerah mengikuti ibadah dengan penuh kesederhanaan dan sukacita.
Dalam sambutannya, Bupati Robby menegaskan bahwa makna sejati perayaan Hari Jadi ke-597 bukan hanya nostalgia sejarah, melainkan panggilan untuk meneruskan warisan kebersamaan dan gotong royong yang telah mengakar sejak leluhur Minahasa.
“Ibadah ini memperlihatkan wajah sejati Minahasa — tanah yang rukun, damai, dan saling menopang. Perbedaan bukan pemisah, tapi anugerah yang memperkaya kehidupan kita bersama,” ujar Bupati penuh semangat.
Lebih jauh, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Minahasa untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat kecil.

Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan publik yang humanis, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta penguatan sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa lahir dari pemerintah saja. Dibutuhkan hati yang bersatu, langkah yang seirama, dan semangat gotong royong dari seluruh masyarakat,” tegasnya.
Dalam suasana syukur itu, Bupati Robby kembali mengingatkan nilai luhur “Sitou Timou Tumou Tou”, falsafah yang menjadi jiwa Minahasa — bahwa hidup adalah untuk menghidupi sesama.
Nilai tersebut, katanya, harus terus diwujudkan dalam tindakan nyata: saling membantu, memberi makna bagi orang lain, dan menebarkan kasih di tengah perbedaan.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Melky Tamaka, M.Th., Koordinator Bidang Data Informatika dan Litbang Sinode GMIM. Dalam khotbahnya dari Efesus 1:15–23, ia menekankan pentingnya rasa syukur dan kesadaran bahwa segala keberhasilan hanya mungkin terwujud bila umat hidup dalam kasih dan kerendahan hati.
Acara diakhiri dengan puji-pujian bersama yang menggugah — di mana Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, dan seluruh peserta larut dalam harmoni kebersamaan, menandai semangat baru menuju Minahasa yang semakin maju, sejahtera, dan tetap rukun dalam keberagaman..(Oby)




























