Manado, jeberita.com, Rabu, 04 Desember 2025.
Langit Manado menyimpan kabar istimewa pagi ini. Bandara Sam Ratulangi bersiap menyambut langkah pulang seorang anak daerah. Dirga Lasut, gelandang asal Tomohon, salah satu putra terbaik Sulawesi Utara di lapangan hijau, dijadwalkan tiba pukul 13.15 WITA dengan Batik Air ID 6280.. Rabu, 04/12/2025.
Kepulangannya bukan sekadar transit rindu, melainkan panggilan kehormatan.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), secara personal memanggil Dirga pulang. Bukan untuk bertanding, tetapi untuk menyalakan kembali api semangat sepak bola Sulut yang tak pernah padam.
Dari pengalaman memperkuat Sulut United hingga merasakan kerasnya jeda pandemi, Dirga membawa cerita, luka, dan harapan.
“Dirga Lasut adalah putra terbaik Sulawesi Utara. Saya panggil pulang agar ia memberi motivasi kepada adik-adiknya di Persma,” tegas Gubernur YSK.
Sebuah pesan singkat, namun sarat makna: kebangkitan selalu dimulai dari teladan.
Bagi Persma Manado 1960, nama Dirga adalah cermin mimpi. Pengalaman yang ia bawa diharapkan menjadi suntikan mental juara bagi para pemain muda yang tengah menempa diri menghadapi kompetisi.
Di ruang latihan, di balik peluh dan lelah, kisah Dirga diharapkan menjelma keyakinan: bahwa anak Sulut mampu bersaing dan berdiri sejajar.
“Kita ingin olahraga Sulut bangkit. Memberi contoh, semangat, dan inspirasi adalah langkah awal,” ujar YSK.
Pemerintah Provinsi menegaskan kehadirannya, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai penggerak. Persma, bagi Sulut, bukan sekadar klub, ia adalah identitas dan kebanggaan.
“Persma adalah kebanggaan kita.
Saya berharap Dirga menjadi role model generasi sepak bola Sulut,” tambah Gubernur. Sebuah komitmen yang diterjemahkan dalam aksi nyata: membangun mental, merawat mimpi, dan menyiapkan masa depan.
Manajemen Persma Manado 1960 menyambut kedatangan Dirga dengan antusias. Mereka percaya, dari cerita perjalanan seorang putra daerah, lahir keberanian baru untuk menatap kompetisi yang akan datang. Optimisme pun tumbuh, seiring keyakinan bahwa kebangkitan bukan sekadar slogan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh masyarakat dan pecinta sepak bola untuk menyambut Dirga Lasut dengan hangat. Ia datang bukan hanya sebagai pemain, tetapi sebagai simbol: bahwa pulang adalah tentang memberi, dan sepak bola Sulut masih punya masa depan yang gemilang.. (red)





























