Manado, jeberita.com, Rabu, 10 Desember 2025.
Di bawah cahaya Natal yang berpendar di Kawasan Megamas, malam itu Manado tidak sekadar merayakan kelahiran Sang Juruselamat, tetapi juga meneguhkan harapan, menyatukan langkah, dan menyalakan tekad untuk Sulawesi Utara yang lebih maju. Rabu malam, 10 Desember 2025, ribuan jemaat Gereja Tiberias Indonesia larut dalam sukacita.
Doa dan pujian mengalun, dipimpin oleh Pdt. Marcel Saerang, mengisi ruang dengan damai dan rasa syukur yang mendalam.
Di tengah lautan jemaat, hadir Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus.
Kehadiran mereka bukan sekadar simbol,
melainkan penguat semangat, bahwa pemerintah dan umat berjalan seiring dalam terang yang sama.
Dengan suara tenang namun penuh makna, Gubernur mengajak jemaat menengadah dan bersyukur.
Natal, katanya, adalah anugerah kekuatan, hadiah kesehatan dan keselamatan, yang patut dijaga dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Apresiasi pun mengalir bagi panitia dan jemaat, yang menjadikan ibadah ini khidmat dan bermakna.
Natal, bagi Gubernur Yulius Selvanus,
bukan hanya perayaan tahunan, melainkan sumber terang dan damai sejahtera. Terang yang harus dibawa pulang, damai yang harus dibagikan,
kepada keluarga, lingkungan, dan tanah Sulawesi Utara tercinta.
Menjelang pergantian tahun, ia mengajak semua untuk berhenti sejenak, merenung atas perjalanan 2025, menilai langkah yang telah ditempuh, dan menata ulang arah menuju hari esok yang lebih baik.
Dengan nada tegas dan penuh keyakinan,
Gubernur menegaskan komitmen pemerintah daerah.
Tahun 2026, katanya, bukan tahun biasa.
Ia adalah tahun percepatan, tahun kerja nyata, menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Di puncak pesannya,
seruan persatuan menggema.
Natal Tiberias 2025 menjadi ruang temu,
tempat perbedaan melebur dalam kasih Kristus, tempat kolaborasi lahir untuk membangun daerah bersama-sama.
Malam itu ditutup dengan doa dan berkat, harapan dipulangkan ke setiap hati. Natal 2025 pun berlalu,
meninggalkan semangat baru, bahwa dengan iman, persatuan, dan kerja bersama, Sulawesi Utara melangkah maju dengan penuh harapan.. (red





























