Manado, jeberita.com, Kamis, 04 Desember 2025.
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, langit Sulawesi Utara yang kian tak menentu menjadi pesan sunyi bagi pemerintah daerah untuk bersiap siaga. Di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay, memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana dan Peningkatan Aktivitas Masyarakat yang menghadirkan jajaran Forkopimda Sulut, instansi vertikal, serta seluruh SKPD Pemprov Sulut.

Dalam ruangan yang dipenuhi kehati-hatian dan tekad bersama, Gubernur Yulius Selvanus Komaling mengingatkan bahwa, cuaca bukan lagi sekadar ramalan, melainkan peringatan. Pola iklim yang berubah membawa aliran angin tak menentu, hujan yang datang tiba-tiba, dan laut yang sewaktu-waktu meninggi.. Kamis, 4/11/2025.
“Saya meminta seluruh instansi berdiri pada kesiapan tertinggi, Sulawesi Utara berada dalam kategori kerentanan bencana yang tinggi, sehingga kewaspadaan bukan hanya pilihan, tetapi kewajiban moral”.
Momen Nataru adalah masa di mana sukacita rakyat meningkat, tetapi demikian pula risiko, mulai dari kepadatan arus kendaraan, keramaian pusat belanja, membludaknya destinasi wisata, hingga aktivitas di jalur laut.

Rapat ini menjadi ruang konsolidasi, TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, BMKG, dan seluruh perangkat daerah duduk satu meja memastikan ketersediaan personel, kesiapan peralatan, jalur evakuasi, komunikasi darurat, hingga strategi pengamanan daerah rawan bencana.
Melalui rakor ini, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmen, menyambut Natal dan Tahun Baru dengan damai, aman, dan penuh kesiapsiagaan, menjadikan setiap langkah pencegahan sebagai hadiah terbaik bagi keselamatan masyarakat.
Dengan koordinasi yang solid, sinergi yang utuh, dan kewaspadaan yang menyala, Sulut bersiap menjaga warganya, karena perayaan suci harus berjalan tanpa ancaman, dan sukacita rakyat harus dilindungi dari segala bahaya.. (Red)




























