Bersih-Bersih Tambang di Kawasan Hutan, Prabowo Subianto Perintahkan Eksekusi Cepat Tanpa Kompromi.
Jakarta, jeberita com, Jumat, 17 April 2026.
Pemerintah mulai tancap gas menertibkan praktik pertambangan di kawasan hutan. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan langkah eksekusi cepat dan tegas usai menerima laporan hasil evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Kamis (16/04).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi memberi ruang bagi aktivitas tambang bermasalah, khususnya yang beroperasi di kawasan sensitif seperti hutan lindung, hutan konservasi, hingga cagar alam.
Dalam keterangannya, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pihaknya telah merampungkan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah IUP yang selama ini menjadi sorotan.
Hasilnya, ditemukan berbagai pelanggaran serius, mulai dari tumpang tindih izin, pelanggaran tata ruang, hingga aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan secara permanen.
“Bapak Presiden meminta agar tidak ada lagi pembiaran. Semua yang melanggar aturan harus segera dieksekusi,” tegas Bahlil kepada awak media.
Pemerintah kini tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa pencabutan izin, penghentian operasi, hingga proses hukum terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar ketentuan.
Penindakan ini juga akan melibatkan lintas kementerian dan aparat penegak hukum guna memastikan proses berjalan cepat dan tepat sasaran.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari agenda besar reformasi sektor pertambangan nasional, yang selama ini dinilai masih menyisakan berbagai persoalan tata kelola.
Presiden menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan kepentingan jangka panjang negara.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas tambang di kawasan hutan melalui sistem digital dan audit berkala, guna mencegah praktik serupa terulang.
Dengan langkah tegas ini, pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada lagi kompromi terhadap pelanggaran di sektor pertambangan, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa era penertiban total telah dimulai…(Red)




























